Pelanggan setia bukan sekadar
pelanggan yang datang berkali-kali. Tapi, pelanggan setia juga pemasar produk
yang loyal untuk memajukan usaha kita. Bagaimana menjaganya?
Hal yang
paling menyenangkan dari menjalankan usaha adalah ketika kita berhasil
mendulang keberhasilan dan memperoleh pelanggan setia, yang bahkan bisa menjadi
“marketing” alias ikut mempromosikan produk kita kepada siapa pun.
Proses untuk
mendapat pelanggan yang masuk dalam kriteria fans ini memang tak mudah.
Pelayanan yang serba memuaskan, kedekatan emosional, hingga kualitas produk
yang tentunya sangat baik harus mampu disajikan dengan maksimal. Tapi, tak
jarang, orang yang sudah masuk kriteria sebagai fans, tiba-tiba saja
menghilang. Bisa jadi ia kecewa dan kemudian bercerita kepada para relasinya.
Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bisa jadi nama baik usaha kita
pelan-pelan akan tergerus dan hilang ditelan oleh cerita kurang puas dari
konsumen yang kecewa.
Lantas, apa
yang harus kita lakukan agar pelanggan setia tidak kecewa? Berikut beberapa
hal:
• Jangan banyak penggantian personel
atau pekerja
Sudah jadi rahasia umum bahwa ada banyak konsumen yang lebih setia pada orang
(pekerja) kita dibanding usaha (brand) kita sendiri. Apalagi, jika kita belum
mempunyai sistem kerja yang punya standar yang sama. Misalnya di salon
kecantikan kelas premium. Solusinya, jangan terlalu sering berganti pekerja.
Atau, ciptakan sistem yang benar-benar terstandarisasi dengan baik sehingga
layanan satu orang dengan lainnya saat meladeni konsumen benar-benar seragam.
• Jaga perlakuan pada pelanggan lama
dan baru
Kadang, untuk mendapatkan pelanggan dan baru dan memperluas pasar, kita
menggunakan trik diskon dan nilai tambah sebagai bentuk promosi. Dan memang,
ini biasanya akan “menggoda” pelanggan baru untuk datang. Tapi ingat: kita
sudah punya pelanggan setia. Jangan sampai, apa yang kita tawarkan kepada
pelanggan baru justru lebih menggoda daripada yang diberikan kepada pelanggan
setia kita. Justu, pelanggan setia harus diperlakukan jauh lebih baik!
• Jangan terlalu fokus pada soal
harga
Fokus pada harga sah-sah saja. Namun banyak pesaing melakukan hal yang sama.
Jadi ada baiknya kita juga memperhatikan nilai tambah dari harga yang telah
kita tentukan. Tak jarang—bahkan banyak—orang yang membeli sesuatu bukan
berdasar harga, tapi karena punya nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing. Di
sinilah peran kita sebenarnya, yakni dengan tetap fokus memberikan pelayanan
terbaik, terutama kepada pelanggan setia.
• Jangan terlalu memaksa memanfaatkan
momentum
Biasanya, karena merasa sudah dekat, sudah terlalu personal saat berhubungan
dengan pelanggan, kita seolah sudah merasa tak memiliki jarak. Saat itu, tanpa
disadari, kita sering kali menawarkan hal-hal yang kadang kurang dibutuhkan
oleh pelanggan. Di depan kita, mungkin si pelanggan tidak mengungkapkan
kekesalannya secara langsung. Tapi bisa jadi di belakang, ia merasa gerah
karena terus dipaksa membeli produk yang sebenarnya kurang dibutuhkannya. Untuk
mengantisipasinya, jangan terlalu memaksa. Cobalah pahami kebutuhannya, dan
jangan berlebihan dalam memanfaatkan momentum kedekatan ini.
• Tetap fokus pada produk utama
Setiap brand sering kali diidentikkan dengan produk tertentu. Begitu juga
dengan pelanggan setia terhadap produk kita. Misalnya kita bergerak di bidang
jasa periklanan yang banyak melayani jasa maintenance pada social
media. Meski produk jasa kita banyak, namun jika di pasaran sudah dikenal bahwa
usaha kita sangat hebat di bidang maintenance pada social media, jangan
terlalu serakah mengambil jatah yang di luar bidang tersebut. Tak salah memang,
tapi jangan sampai fokus kita di bidang yang sudah membuat usaha terkenal jadi
hilang arah. Tetap fokus pada layanan utama, karena di sana kita mendapat
pelanggan setia.
Sebenarnya,
masih banyak cara-cara lain yang bisa kita lakukan agar konsumen tetap setia.
Yang pasti, jadikan kepuasan selalu menjadi yang terdepan untuk usaha kita,
baik kepuasan untuk pelanggan, kepuasan untuk karyawan, hingga kepuasan
masyarakat luas yang belum tentu pernah memakai produk kita. Sebab, saat
kepuasan ini sudah diperbincangkan dan jadi nilai tambah usaha kita, niscaya
pelanggan setia akan selalu ada.